WISATA AGRO KALIGUA

WISATA AGRO KALIGUA

Tempat ini sangat asyik untuk dikunjungi,apa lagi buat refreshing. Bagi orang yang mau menginap, di sana ada tempat penginapan dan juga kafe.Di kafe kita bisa memesan minuman spesial yaitu jus strawberry.

Ada juga kebun strawberry dan pekarangan bunga. Bunganya juga beraneka ragam. Kalau kita masuk pekarangan bunga baunya harum sekali, apa lagi kalau saat mekar.

Di sana juga terdapat tempat wisata, di antaranya adalah Telaga Renjang/Lele, Tuk Bening, Pancuran Pitu, dan Goa Jepang. Ada juga Puncak Sakup, Puncak Asoka, dan Puncak Ambar.

Telaga Renjeng/Lele, pengunjungnya kebanyakan hanya saat lebaran saja, kalau saat hari-hari biasa ditutup. Di Telaga Renceng ini banyak lelenya dan ada pula ikan masnya, ikannya besar-besar lho…!!! Tapi tidak boleh ditangkap atau dibawa pulang, soalnya ini telaga keramat. Kata penduduk sekitar, kalau kita mengambil ikan di telaga itu maka kita akan mendapat bencana, yaitu rumah kita akan hancur. Konon kabarnya, di dalam telaga sampai sekarang masih ada istana hantu hi…!!! Seram deh.

Di Tuk Bening airnya sangat segar sekali lho. Di situ ada tempat untuk santai. Di Tuk Bening ini banyak pengunjungnya, banyak yang mengambil airnya untuk minum atau untuk mandi.

Tidak jauh dari Tuk Bening terdapat Pancuran Pitu. Hanya berjalan beberapa menit saja dari Tuk bening. Di Pancuran Pitu ada patung yang didatangkan dari Solo. Dan kata penduduk setempat pada saat malam Jumat Kliwon ada ular raksasa muncul di tengah malam, dan kalau ular itu berganti kulit yang penduduk Kaligua lihat hanya berbentuk sebuah jamur. Kalau kita makan kita akan mati hiii…!!! Serem banget ogah ah mati soalnya aku belum nikah hehehe…kembali ke teks.

Goa Jepang, kalau kita mau ke Goa Jepang, kita akan melewati Tuk Bening, di depan Goa Jepang ada juru kuncinya yang bisa mengantarkan pengunjung ke dalam. Saat kita masuk, di depan kita hanya kegelapan yang tampak, hanya diterangi dengan lampu petromaks saja. Jangan coba-coba masuk sendiri soalnya kita bisa tersesat . Jalan di dalam goa berliku-liku. Di dalam goa juga ada bekas penjara Jepang, ruang pembantaian, sarang walet dan lain-lain. Setelah ke Goa Jepang kita menuju ke Puncak Sakup.

Dari Puncak Sakup kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Kita bisa melihat gunung Slamet dengan jelas.Di atas sana seakan-akan kita berada di lautan teh yang sangat luas. Suasana di sana sejuk sekali. Puncak Sakup adalah puncak paling tinggi di Kaligua.

Sekarang kita menuju Puncak Asoka. Dari sana kita bisa melihat desa-desa yang ada di sana. Di antaranya Kampung Timur, Kampung Barat, dan sekitarnya.

Yooo….Sekarang kita ke Puncak Ambar, di sana hampir tidak ada pengunjungnya karena jalannya berliku-liku, jauh, tetapi ketika sudah sampai di Puncak Ambar, suasananya tidak jauh dari Puncak Asoka. Di puncak Ambar terdapat Goa Angin, konon katanya di puncak Ambar sesekali ada angin yang bertiup kencang dari dalam Goa Angin. Dari mulut goa, lubang untuk masuk ke dalam sangat sempit, namun semakin ke dalam semakin lebar lubangnya.

Di Kaligua lingkungannya sangat baersih dan sangat tertata rapi.Di sana juga banyak yang menanam tanaman hias, pemandangannya indah, orang-orangnya ramah-ramah. Kalau sudah kesana sekali saja pasti akan ketagihan dech…..!!!

Oleh:Elly Budi Asih

Kelas: IX C

ILLEGAL LOGING DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

ILLEGAL LOGING

DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

Oleh: Maria Sriwanti

Tuhan menciptakan bumi Indonesia tidak hanya kaya akan bahan galian/tambang, tetapi juga mengberikan anugerah berupa hutan yang luas. Berbagai jenis hutan bisa tumbuh dengan baik di Indonesia, di antaranya hutan rimba, hutan homogen/serba sama, hutan bakau, hutan lindung, dan sebaginya.

Keberadaan hutan sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, baik manusia maupun makhluk hidup lain. Apalagi hutan yang memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai paru-paru dunia, tempat penyimpanan air (hidrologi regime reguler), dan untuk mempertahankan kesuburan serta habitat yang baik bagi satwa liar.

Akan tetapi hutan di Indonesia yang begitu luas lama-kelamaan semakin menipis, habis, atau rusak. Salah satu penyebabnya adalah adanya kegiatan/praktik illegal loging dan pembakaran hutan. Keserakahan manusia yang menginginkan kekayaan, secara tidak langsung telah membuat nasib anak cucu kita di masa datang menjadi tanda tanya. Masihkah mereka akan bersenandung di balik hijaunya hutan, ataukah merintih oleh panas global akibat krisis hutan?

Sebagian dari anggota masyarakat kita memang sibuk menimbun kekayaan untuk diri sendiri, seolah lupa dengan masa depan bangsa ini. Egoisme pribadi menyebabkan mereka hanya memikirkan diri sendiri. Penebangan liar, pencurian kayu, perambahan hutan dan sejenisnya seolah tidak pernah habis-habisnya.

ILLEGAL LOGING DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

Kegiatan illegal loging bukan hanya dilakukan oleh masyarakat kecil yang tinggal di sekitar hutan, tetapi oleh para badut berdasi dan pejabat tinggi. Bahkan anggota TNI pun diduga terlibat kegiatan illegal loging. Menurut situs www.kompas.com, tanggal 12 Maret 2005 diduga ada empat anggota TNI terlibat dalam kegiatan illegal loging di Papua. Mereka disinyalir menerima aliran dana dari pengusaha asal Malaysia, Wong Tse Thung, yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terbukti terlibat kasus illegal loging di Papua.

Dalam beberapa kasus yang terjadi, kegiatan illegal loging tidak hanya dilakukan sekali dua kali, melainkan berkali-kali. Kegiatan illegal loging itu sendiri dilakukan dengan cara bersama-sama (rombongan). Di Kalibening (Banyumas) misalnya, satu rombongan berjumlah antara 20 sampai 50 orang (Harian Pikiran Rakyat, 24 Januari 2004). Waktu pencurian biasanya dilakukan pada petang sampai malam hari, dengan tujuan agar tidak diketahui oleh petugas patroli atau petugas-petugas hutan. Alat-alat yang digunakan adalah gergaji mesin, bendo, dan kampak.

Pada proses berikutnya kayu-kayu yang sudah ditebang diangkut dengan cara dipikul. Kemudian dimasukkan ke dalam truk pengangkut. Kayu ini kemudian dijual kepada pengusaha, pengelola, dan penggergaji.

Penyebab dan Upaya Penanggulangannya

Pada bagian pendahuluan sudah disinggung bahwa penyebab utama terjadinya kegiatan illegal loging adalah tidak adanya kesadaran dari sebagian masyarakat kita. Ketidaksadaran itu terutama muncul dari rasa egoisme, mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan nasib masa depan bangsa. Penebangan tidak saja menyebabkan hutan gundul, tapi juga bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Bayangkan betapa hewan yang tinggal di dalamnya tidak lagi memiliki tempat tinggal, kekeringan yang amat menyengsarakan saat musim kemarau lantaran persediaan air yang selama ini di hutan tidak ada lagi, dan sebagainya.

Keserakahan sebagian masyarakat memang menimbulkan rasa khawatir akan nasib bumi kita. Masyarakat kecil yang tinggal di sekitar hutan juga tidak mampu berbuat lain. Kebutuhan dan didesak faktor ekonomi keluarga mengakibatkan mereka mau saja menerima bujukan menebang hutan dan menjualnya kepada para cukong kayu.

Bagaimana pun hutan punya manfaat yang sangat banyak pada kita. Semestinya, kalau ingin memanfaatkan kayu atau hasil hutan kita harus berhati-hati. Kalau sudah ditebangi seharusnya dilakukan lagi regenerasi dengan jalan menanami kembali hutan baru.

Kalau para pejabat atau cukong kayu dibiarkan menjarah hutan, dapat kita bayangkan betapa besar kerugian negara. Kayu-kayu seharusnya sebagai devisa negara malah habis dan rusak dimakan gergaji mesin.

Pemerintah bukannya tidak melakukan tindakan terhadap praktik illegal loging ini. Namun praktik ini agaknya sudah menjadi suatu rantai yang teramat panjang. Ketika di satu daerah dicoba untuk diberantas, di daerah lain pun sudah muncul praktik serupa. Akibatnya, pemerintah menjadi kewalahan ditambah lagi dengan ketidakpedulian oknum aparat dan sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.

Upaya penegakan hukum yang dilakukan pemerintah seharusnya dibuat lebih tegas tanpa pandang bulu. Kenyataan selama ini sungguh amat mengecewakan. Hukuman bagi tersangka pelaku praktik illegal loging berkisar 3 sampai 6 bulan penjara, tidak sebanding dengan kerusakan hutan yang diakibatkannya (Tempo Interaktif, 26 November 2004).

Demikian susahnya penegakan hukum terhadap pelaku illegal loging ini menyebabkan pemerintah mengupayakan cara lain. Upaya itu misalnya dengan penggunaan Undang-undang Perlindungan Hutan dan Undang-undang Lingkungan Hidup. Dengan menggunakan kedua jenis undang-undang ini, pelaku illegal loging setidaknya bisa dikenakan hukuman 5 tahun atau lebih. Di sisi lain, pemerintah terus mengupayakan undang-undang lainnya agar pelaku illegal loging bisa diberantas.

Peran sebagai Pelajar

Kita sebagai anak bangsa dan generasi penerus tentu juga dituntut untuk berperan serta dalam pelestarian hutan. Mempelajari betapa berbahayanya bumi ini apabila hutannya tidak dilestarikan bisa menimbulkan kesadaran kepada kita untuk tidak meniru ataupun mengikuti jejak para pencuri kayu.

Di samping itu, berbagai kegiatan di sekolah juga mampu memupuk rasa cinta kita kepada alam. Kegiatan pramuka, pecinta alam, dan berbagai upaya penanaman hutan lewat kegiatan perkemahan merupakan contoh betapa kita sebagai pelajar bisa berperan aktif. Selain itu upaya penyadaran kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kita juga bisa kita lakukan.

Selain itu karena status kita masih pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, maka peran kita dalam penanggulangan illegal loging adalah dengan belajar yang baik. Kita belajar bukan hanya di ruangan sekolah saja. Kita bisa belajar dimana saja kita berada serta kapan saja ada waktu luang. Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki sekarang ini, kelak akan bermanfaat dalam pembangunan bangsa dan negara. Pada hakikatnya, belajar merupakan menuntut ilmu setinggi-tingginya agar tercipta sumber daya manusia berkualitas.

Terciptanya suatu negara yang maju membutuhkan moralitas yang baik pada pribadi setiap pelajar. Hal ini berlangsung sejak dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Rasa persatuan dan kesatuan perlu ditanamkan sebagai anak bangsa yang masih mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Hal ini akan sangat membantu terhindar dari perselisihan antarpelajar. Dengan demikian, kita juga akan merasa aman dan nyaman di dalam menuntut ilmu.

PENUTUP

Kegiatan illegal loging untuk jangka panjang jelas sangat merugikan bangsa dan negara. Indonesia yang kaya dengan hutan alami bukan saja menjadi kebanggaan kita, tetapi juga sebagai salah satu paru-paru dunia. Melakukan pencurian kayu (illegal loging) akan menyebabkan hilangnya devisa negara dan menghancurkan masa depan bumi ini sendiri.

Oleh karena demikian besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh praktik illegal loging, maka diharapkan pemerintah tidak segan-segannya memberikan hukuman yang berat. Di samping itu upaya penyadaran terhadap masyarakat juga mutlak dilakukan.

Kabupaten Pekalongan khususnya, yang memiliki wilayah hutan luas sudah semestinya lebih diperhatikan oleh pemerintah. Bukan tidak mungkin, daerah ini menjadi salah satu incaran para penjarah kayu.

Untuk masa yang akan datang kita berharap, wilayah Indonesia umumnya dan kabupaten Pekalongan khususnya bisa terbebas dari praktik illegal loging ini, sehingga tercipta keseimbangan ekosistem dan nuansa kesejukan yang alami.

Semoga!

Daftar Pustaka

“80 Truk Kayu Pinus Dirazia,” Harian Pikiran Rakyat, 24 Januari 2004.

“Anggota TNI Diduga Terlibat Illegal Loging di Papua,” www.kompas.com (29 Maret 2005).

“Badut Berdasi Gunduli Hutan Sulut,” www.sulutlink.com (2 Juni 2004)

“Komnas Hutan Soroti Pencurian Kayu,” laporan Harian Suara Merdeka, 12 Februari 2005.

“Perhutani Tangkap Dua Truk Pembawa Kayu Ilegal,” Kompas, 26 April 2005.

Karangan di atas meraih Peringkat 1

Lomba Mengarang Tingkat SMP/MTs Kabupaten Pekalongan, 2006

Catatan Kenangan Seorang Guru

Oleh: Dwi Agus Indarti, S.Pd.

Desember 2000, dengan penuh harap kutunggu pengumuman CPNS. Tiada kusangka diriku masuk dalam daftar CPNS yang tertera di banyak Koran dan lembar pengumuman. Rasa haru dan bahagia berkecamuk dalam dada. Ketika kuterima SK CPNS, ternyata aku ditempatkan di SMPN 2 Talun. Suatu daerah yang belum pernah kudengar sebelumnya. Sepulang dari Semarang segera kucari tempat kerja baruku dengan penuh semangat.

Dalam anganku terbayang sebuah gedung yang bagus, megah di tengah kota letaknya. Dengan penuh harap, aku tempuh perjalanan yang cukup melelahkan … belum sampai juga … rasa ragu mulai merayap dalam hatiku. Jangan-jangan sekolahku ada di suatu desa terpencil. Kususuri jalan beraspal yang mulai berlubang di sana-sini. Keraguanku semakin menjadi. Setiapku bertemu orang kutanyakan di mana SMPN 2 Talun. Aku selalu mendapat jawaban, ”masih jauh….”

Di akhir jalanan beraspal, kembali aku bertanya, Aku semakin putus asa tatkala orang itu menunjuk ke arah jalan berbatu dan becek. “Lewat jalan ini, naik terus sampai desa Sengare. Silakan nanti Tanya lagi,” begitu jawab orang yang kutanya sambil berlalu. Di sisa-sisa asaku, kususuri jalan licin berbatu, dan tepat waktu senja tiba, aku pun tiba di SMPN 2 Talun.

Kubuka pintu pagar sekolah. Derit pagar yang tak pernah tersentuh pelumas membuat beberap orang di sekitar sekolah menyambut kedatanganku. Senyum ramah mereka mengurangi sedikit penat yang kurasa. Sambil duduk-duduk, aku bertanya dalam angan, “Masihkah aku berada di Pulau Jawa? Kenapa masih ada desa yang jauh dari sentuhan pendidikan di wilayah ini?”

Kuperkenalkan diriku sebagai guru baru di SMP ini. Mereka tersenyum gembira, dengan penuh harap pendidikan akan segera terwujud di desa ini.
***

Kuawali pekerjaanku dengan doa, agar Tuhan selalu menguatkan semangat kerjaku. Beberapa hari berikutnya aku bersiap untuk mengajar. Betapa terkejutnya aku ketika kumasuki sebuah kantor  tanpa meja dan kursi. Kutemui siswa tanpa alas kaki/sepatu dalam kelas yang kosong tanpa kursi, tanpa meja, tanpa papan tulis sepotong pun di dinding. Tiada buku paket untuk siswa dan guru. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan? Kujanjikan pada semua muridku, jika gaji pertamaku keluar, aku akan membelikan mereka papan tulis dan alas/tikar untuk duduk. Kupenuhi janjiku, bersama dengan teman-teman guru kontrak, kami mengadakan KBM dengan sarana seadanya.

Bulan berikutnya droping meja dan kursi datang, rasa bahagia terbersit dalam hatiku. Muridku tidak lagi lesehan. Mereka bias benar-benar belajar selayaknya siswa SMP.

Kubulatkan tekadku untuk memajukan pendidikan di SMPN 2 Talun. Agar lebih maksimal, kutinggalkan rumahku di kota Pekalongan dan kutempati rumah dinas SMPN 2 Talun mulai bulan Juli 2002.

Tahun 2003, SMPN 2 Talun mendapat tambahan guru CPNS, disusul pada tahun-tahun berikutnya. Sarana dan prasarana sekolah mulai dilengkapi dengan adanya tambahan ruang kelas baru, ruang keterampilan, dan fasilitas lainnya.

Rasa bangga mulai merasuk dalam hati sanubariku. Kebersamaan para guru dan staf membuat lelah dan putus asa terkikis habis. Manakala pagi menjelang, kulihat tingkah canda tawa gembira murid-muridku, yang merupakan hiburan unik. Hal itu selalu berganti setiap hari, sehingga membuatku tak pernah merasa lelah untuk berjuang di SMPN 2 Talun tercinta ini. Beberapa prestasi diraih muridku yang berada di lereng pegunungan yang dingin membawa kesejukan tersendiri dalam hati.

Waktu terus berganti. Beberapa staf TU yang semula masih menjadi tenaga honorer telah diangkat menjadi PNS. Demikian juga guru wiyata bakti juga diangkat mejadi PNS. Hal ini kian melengkapi kebahagiaan di hatiku. Perjuangan yang tak sia-sia.

Hampir delapan tahun waktu erlalu, aku melihat SMPN 2 Talun sudah memiliki tenaga pengajar dan fasilitas yang lebih lengkap. Aku mulai berpikir dan bertanya dalam hati, “Apakah aku akan di sini selamanya? Bagaimana denga gubuk kecilku yang kutinggalkan delapan tahun lalu?”

Kubulatkan tekadku untuk meninggalkan SMPN 2 Talun dan memohon pindah tugas di sekolah yang lebih dekat dengan rumahku.

Kuucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, semua rekan guru dan staf yang selama ini telah berjung di SMPN 2 Talun, teriring permohonan maaf jika selama ini aku banyak berbuat kesalahan, dan mungkin membuat sakit hati, namun sebenarnya saya hanya ingin lakukan yang terbaik untuk SMPN 2 Talun tercinta.

Untuk semua muridku, tetaplah bersemangat untuk mewujudkan cita-cita. Kutitipkan masa depan SMPN 2 Taln ke tangan Kalian. Jagalah nama baik SMPN 2 Talun, peliharalah fasilitas yang ada untuk hari esok yang lebih baik.

Puisi

WAKTU

Waktu bagaikan angin

Melintas cepat tanpa jejak

Andaikan waktu bisa diputar kembali

Aku takkan begini

Hidup penuh penyesalan

Karena waktu berjalan cepat

Tiada seorangpun yang bisa menghentikan

Waktu …………………….

Hidup terasa cepat

Karena waktu tidak akan berhenti

Untuk selama-lamanya

Karya: Utik Arovita,Kelas IX C

SERPIHAN ASA

Dulu,ku tapaki hidup yang s’makin samar

Kujalani seberkas luka yang tertinggal

Mencari sepenggal asa

Sekedar menopang hati yang meruntuh

Aku terpuruk dalam kegelapan,terhanyut dalam kesedihan

Terhanyut dalam lautan tangisku

Setelah lama ku berjalan,akhirnya ku temukan teman sejatiku….

Yang mengerti apa yang ku mau,dan menerangiku dalam kegelapanku

Dan memberi warna dalam hidup ku

Dialah Pelita Kehidupan Ku….

Kini aku dengan sisa kekuatanku,mencoba berdiri tegar

Tuk menggapai setitik sinar tuk menerangi telaga hati

Dan menyelami lukaku….

Karya: Subekti, Kelas IX C

UNTUKMU

Hatiku selalu luluh saat bersamamu

Karena aku tetap menjadi milikmu

Sebuah cinta yang abadi

Adalah cinta yang aku nanti

Engkaulah dewi senjaku….

Engkaulah dewi malamku….

Engkaulah bidadari dalam hatiku….

Engkaulah bidadari dalam jiwaku….

Aku menulis ini untuk orang yang aku cinta

Agar hidup ini menjadi lebih bermakna

Semoga kita lebih menghargai cinta

Agar cinta kita bisa abadi untuk selamanya

Karya : Setya Aji

Kelas VIII C

Sekolahku DUTA

Hari libur setelah tes semester 1 telah tiba. Rapor pun sudah diterima dan kami yang sudah menduduki kelas IX, harus belajar dengan tekun karena sebentar lagi kami harus menghadapi ujian akhir (Ujian Nasional). Kami tidak tahu apakah kami akan lulus atau tidak. Kami sangat mengharapkan kelulusan itu, dan bukan hanya itu, semua kelas IX juga berharap bisa lulus. Tidak tahu apa jadinya kalau kami sampai tidak lulus, yang pasti kami akan mendapat omelan dari orang tua kami.

Mungkin bukan hanya orang tua kami saja yang malu melainkan para guru kami . Jikalau kami tidak lulus, percuma saja kami selalu mengadakan belajar kelompok setiap hari. Tak peduli hujan atau panas kami tetap belajar demi meraih kelulusan yang kami idam-idamkan.

Selama ini kami hanya ingin memberikan yang terbaik bagi kami sendiri, guru, orang tua dan orang lain. Walaupun kami kadang berbuat hal yang kurang baik, sebenarnya di balik semua itu kami ingin melakukan sesuatu yang terbaik bagi semua.

Sebenarnya fasilitas yang ada di sekolah ini sudah cukup memadai, hanya saja kurang dimanfaatkan secara maksimal. Contohnya ruang laboratorium IPA, sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai ruang praktik kegiatan IPA secara rutin.

Sebenarnya, prestasi yang telah diraih oleh teman kami pun patut dicontoh. Untuk kegiatan ekstrakurikuler pun sebenarnya harus di tingkatkan karena sebenarnya semuanya itu penting untuk perkembangan sekolah. Seandainya semua siswa dapat melaksanakan semua itu pasti sekolah (SMPN 2 Talun) tidak akan kalah saing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota. Kegiatan les-lesp un harus ditingkatkan dan harus lebih diperketat lagi, misalnya anak–anak yang tidak mengikuti pelajaran harus di beri peringatan agar lebih giat dalam mengikuti kegiatan sekolah.

Semoga hal-hal sekecil apapun dapat kita atasi secara bermusyawarahd dan lebih memanfaatkan fasilitas–fasilitas yang ada, serta tidak merasa gengsi dan sungkan dalam melaksanakan kegiatan–kegiatan yang ada di sekolah.

KATANYA MAU MAJU KENAPA TIDAK???

Penulis: Pujiyanti Praptiwi dan Subekti

Kelas: IX C

Pengaruh Pengolesan Minyak Kelapa terhadap Pengawetan Telur Ayam

Oleh: Tim KIR SMPN 2 Talun

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Daya simpan telur, khususnya telur ayam, amat pendek. Oleh karena itu perlu diperlakukan secara khusus jika ingin telur bisa disimpan lebih lama, apalagi bila menginginkan kondisi telur berada dalam keadaan segar. Salah satu upaya memperpanjang kesegaran telur adalah dengan mengawetkannya. Pengawetan telur segar sangat berguna dalam upaya mengatasi saat-saat harga telur tinggi. Untuk itu dicarilah upaya pengawetan telur yang mudah, sederhana, dan irit biaya.

Telur dapat bertahan lama pada suhu yang dingin, misalnya dengan menaruhnya di lemari es. Sedangkan di kecamatan Talun, khususnya di desa Sengare dan sekitarnya, penduduk yang memiliki lemari es sangat sedikit. Apalagi pada musim kemarau, telur sulit untuk bertahan lama. Akibatnya penduduk desa Sengare dan sekitarnya kesulitan mengawetkan telur agar tetap segar.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang di atas, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana upaya mengawetkan telur tanpa harus dimasukkan ke dalam lemari es, melalui pemanfaatan bahan-bahan yang ada di desa Sengare dengan tidak mengeluarkan banyak biaya?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian karya ilmiah ini bertujuan:

  1. Mencari upaya lain dalam pengawetan telur, khususnya pada masyarakat yang belum memiliki alat pendingin seperti lemari es
  2. Mencoba melakukan kegiatan ilmiah sebagai solusi menjawab persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat, khususnya di desa Sengare

Adapun manfaat penelitian ini amat berguna bagi masyarakat, karena bisa mengawetkan telur segar lebih lama, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

1.4 Sistematika Penulisan

Karya ilmiah ini terdiri dari 5 bab dan beberapa lembar lainnya. Bab I adalah Pendahuluan, yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, serta Sistematika Penulisan.

Pada bab II dijelaskan tentang Tinjauan Pustaka, yang diuraikan atas penjelasan Kualitas Telur dam Komposisi Telur.

Bab III berisi Metode Penelitian, sedangkan bab IV dijelaskan tentang Pengawetan Telur, yang diuraikan lagi atas Alat dan Bahan, Cara Kerja, dan Analisis.

Karya Ilmiah ini ditutup dengan bagian Penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran. Sebagai pertanggungjawaban disertakan pula Daftar Pustaka.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kualitas Telur

Kualitas telur ditentukan oleh dua faktor, yakni kualitas luarnya berupa kulit cangkang dan isi telur. Kualitas luar ini bisa berupa bentuk, warna, tekstur, keutuhan, dan kebersihan kulit cangkang. Sedangkan yang berkaitan dengan isi telur meliputi kekentalan putih telur, warna dan posisi telur, serta ada tidaknya noda-noda pada putih dan kuning telur.

Dalam kondisi baru, kualitas telur tidak banyak mempengaruhi kualitas bagian dalamnya. Jika telur tersebut dikonsumsi langsung, kualitas telur bagian luar tidak menjadi masalah. Tetapi jika telur tersebut akan disimpan atau diawetkan, maka kualitas kulit telur yang rendah sangat berpengaruh terhadap awetnya telur.

Kualitas isi telur tanpa perlakuan khusus tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. Dalam suhu yang tidak sesuai, telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari dua minggu. Kerusakan ini biasanya ditandai dengan kocaknya isi telur dan bila dipecah isinya tidak mengumpul lagi.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, misalnya Haryoto (1996), Muhammad Rasyaf (1991), dan Antonius Riyanto (2001), dinyatakan bahwa kerusakan isi telur disebabkan adanya CO2 yang terkandung di dalamnya sudah banyak yang keluar, sehingga derajat keasaman meningkat. Penguapan yang terjadi juga membuat bobot telur menyusut, dan putih telur menjadi lebih encer. Masuknya mikroba ke dalam telur melalui pori-pori kulit telur juga akan merusak isi telur.

Telur segar yang baik ditandai oleh bentuk kulitnya yang bagus, cukup tebal, tidak cacat (retak), warnanya bersih, rongga udara dalam telur kecil, posisi kuning telur di tengah-tengah, dan tidak terdapat bercak atau noda darah.

2.2 Komposisi Telur

Telur ayam pada umumnya memiliki berat sekitar 50-57 gram perbutirnya, yang terdiri dari 11% bagian kulit telur, 50% bagian putih telur, 31% bagian kuning telur.

Telur adalah sumber protein bermutu tinggi, kaya akan vitamin dan mineral. Protein telur termasuk sempurna, karena mengandung semua jenis asam amino esensial dalam jumlah cukup seimbang. Asam amino esensial sangat dibutuhkan oleh manusia, karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari makanan yang dimakan.

Telur juga mengandung vitamin A, vitamin B Kompleks, dan vitamin D. Di samping itu telur juga mengandung sejumlah mineral seperti zat besi, fosfor, kalsium, sodium, dan magnesium dalam jumlah yang cukup. Semua unsur ini sangat penting guna meningkatkan pertumbuhan tubuh pada anak-anak dan remaja. Anak balita setiap hari membutuhkan kurang lebih 15 gram protein hewani. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi apabila anak balita mengkonsumsi 2 butir telur ayam perhari. Protein sangat dibutuhkan untuk membangun sel tubuh dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Itulah sebabnya telur sering diberikan kepada anak kecil untuk membantu pertumbuhan badan, dan kepada orang yang dalam proses penyembuhan guna mengganti sel tubuh yang rusak..

Komposisi zat gizi telur ayam dalam 100 gram

1. Kalori (kal) : 162,0

2. Protein (g) : 12,8

3. Lemak (g) :11,5

4. Karbohodrat (g) : 0,7

5. Kalsium (mg) : 54,0

6. Fosfor (mg) : 180,0

7. Besi (mg) : 2,7

8. Vitamin A : 900,0

9. Vitamin B : 0,1

10. Air (g) : 72

Sumber: Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, 1979

Semua gambaran di atas amat penting dijelaskan, betapa telur memiliki banyak elemen penting yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan penggantian sel tubuh manusia.

III. METODE PENELITIAN

Dalam penelitian hingga penyusunan karya ilmiah ini digunakan metode ilmiah, berupa kepustakaan dan observasi di, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pengumpulan data kepustakaan dan bahan/alat yang berkaitan dengan objek penelitian

2. Melakukan observasi (pengamatan) untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil yang didapat dari uji coba yang dilakukan

3. Melakukan analisis dan kesimpulan dari hasil uji coba

Pada penelitian tersebut variabel bebas atau penyebabnya adalah pengolesan minyak kelapa, Untuk variabel terikat atau akibatnya adalah pengawetan telur ayam segar. Sedangkan variabel kontrolnya adalah telur dibiarkan (tanpa diolesi). Sebagai pembanding digunakan pengolesan telur dengan air kapur.

IV. PENGAWETAN TELUR

4.1 Alat dan Bahan

Pegawetan telur ayan diteliti dengan menggunakan alat dan bahan sebagai berikut:

  1. Telur
  2. Kapur
  3. Kelapa
  4. Parutan kelapa
  5. Panci
  6. Kertas
  7. Spidol
  8. Saringan kelapa
  9. Wajan dan susuk
  10. Kompor
  11. Minyak tanah
  12. Korek api
  13. Kuas kecil
  14. Air
  15. Wadah
  16. Minyak curah

4.2 Cara Kerja

Untuk menilai pengawetan telur ayam dilakukanlah pengujian mulai tanggal 23 Maret sampai 4 Mei 2005, dengan melakukan perbandingan untuk menilai kesegaran telur-telur tersebut setelah beberapa hari kemudian. Perbandingan itu dengan cara mengelompokkan telur-telur tersebut ke dalam 4 kelompok, sebagai berikut:

  1. Kelompok telur I: Telur diolesi minyak curah

Telur yang akan diawetkan dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan. Selanjutnya telur diolesi minyak curah dengan memakai kuas kecil. Setelah itu telur disimpan di tempat kering. Selama disimpan telur diusahakan tidak dipegang atau digoyang-goyang.

  1. Kelompok II: Telur diolesi dengan air kapur

Kapur diberi air dan diaduk. Telur yang akan diawetkan dicuci terlebih dahulu. Setelah itu telur diolesi air kapur dengan menggunakan kuas kecil.

Pengawetan dengan air kapur ini sebagai pembanding model pengawetan lainnya, karena kita mengetahui bahwa cangkang telur terdiri dari zat kapur.

  1. Kelompok III: Telur diolesi minyak kelapa

Langkah pertama kelapa dikupas dan diparut. Selanjutnya parutannya diremas-remas sambil ditambah air secukupnya. Hasilnya adalah berupa santan. Santan itu kemudian direbus selama kurang lebih 3 jam. Setelah menjadi minyak, pisahkan minyak tersebut dari ampasnya.

Tahap berikutnya ambil telur dan dicuci. Kemudian telur diolesi minyak kelapa dengan menggunakan kuas kecil. Biasanya, 1 liter minyak kelapa bisa digunakan untu mengawetkan telur sekitar 70 kg.

  1. Kelompok IV: Telur dibiarkan (tanpa diolesi apa-apa)

Setelah telur dicuci, telur disimpan di tempat kering. Selama proses penyimpanan telur tidak boleh dipegang ataupun digoyang.

4.3 Analisis Hasil

Dari hasil pengamatan diperoleh hasil, bahwa telur ayam yang diolesi minyak kelapa dapat bertahan kesegarannya selama 2 bulan atau 8 minggu. Sedangkan telur yang diolesi minyak curah bagian kuning telur sudah tidak utuh, membusuk, dan berbau.

Untuk telur yang diolesi air kapur, kuning telurnya tidak utuh, busuk, terdapat banyak belatung, dan berbau. Demikian pula pada telur yang dibiarkan (tanpa diolesi) kesegarannya hanya bertahan 1 minggu, setelah itu kuning telurnya sudah tidak utuh, busuk, terdapat banyak belatung, dan berbau.

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa cara pengawetan telur ayam segar selain dimasukkan lemari es, dapat pula dilakukan mengolesi telur dengan minyak kelapa. Pengolesan telur ayam dengan minyak kelapa mampu mempertahankan kesegaran telur selama 8 minggu atau 2 bulan.

Pengawetan telur dengan minyak kelapa tidak hanya mampu mempertahankan kesegaran telur, tapi juga mampu mempertahankan keutuhan nilai gizinya. Hal ini amat menguntungkan, karena selain prosesnya mudah juga irit dalam biaya.

5.2 Saran

1. Dalam membeli telur pilihlah telur yang baik, yaitu telur yang memiliki ukuran dan bentuk yang proporsional

2. Sebelum telur disimpan untuk mempertahankan kesegarannya telur dicuci bersih terlebih dahulu agar tidak terinfeksi bakteri

3. Sebaiknya telur yang diawetkan disimpan dalam rak

4. Masyarakat kiranya perlu mencoba melakukan upaya agar telur tetap dalam keadaan segar dengan cara diolesi minyak kelapa, karena bisa mempertahankan kesegaran telur dengan biaya murah.

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan. 2004. Panduan Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) Siswa SMP/MTs Se-Kabupaten Pekalongan

Hadi, Sutrisno. 2000. Metodologi Reseach. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Haryoto. 1996. Pengawetan Telur Segar. Yogyakarta: Kanisius.

Rashaf, Muhammad. 1991. Pengelolaan Produksi Telur. Yogyakarta: Kanisius.

Riyanto, Antonius. 2001. Sukseskan Menetaskan Telur Ayam. Jakarta: Andromedia Pustaka